Dunia Durjana
Hei Kau…
Tempat yang berlangitkan kemiskinan
Yang berlautkan bejatnya moral remaja
Yang sesak dengan ikan-ikan korupsi
Yang batu karangnya dipenuhi biota si tikus rakus
Jiwa-jiwanya menggeliat kebingungan
Rontaan air mata mengalir di setiap sungai-sungai ibukota
Cinta yang tak lagi jadi anugrah
Tuhan yang tak lagi diTuhankan
Ancaman hanyalah jadi ocehan sampah
Kata-kata sontak menjadi peluru pemecah qolbu
Setiap angan terkubur hidup ditiap insan
Raungan amarah memekik di setiap lubang masalah
Lidah seolah menjadi tempat bijak
Tapi hati sesak dengan tumpukan dusta
Yang benar tak lagi didengar
Yang salah menjadi panutan
Memang zaman ini zaman edan
Malang sekali kau yang merengek di sudut Asia
Dengan suara sendu dan mata lebammu
Malang sekali nasibmu..
Semoga itu bukan kau Indonesiaku
Muhammad Rahmi
8 September 2013
Hei Kau…
Tempat yang berlangitkan kemiskinan
Yang berlautkan bejatnya moral remaja
Yang sesak dengan ikan-ikan korupsi
Yang batu karangnya dipenuhi biota si tikus rakus
Jiwa-jiwanya menggeliat kebingungan
Rontaan air mata mengalir di setiap sungai-sungai ibukota
Cinta yang tak lagi jadi anugrah
Tuhan yang tak lagi diTuhankan
Ancaman hanyalah jadi ocehan sampah
Kata-kata sontak menjadi peluru pemecah qolbu
Setiap angan terkubur hidup ditiap insan
Raungan amarah memekik di setiap lubang masalah
Lidah seolah menjadi tempat bijak
Tapi hati sesak dengan tumpukan dusta
Yang benar tak lagi didengar
Yang salah menjadi panutan
Memang zaman ini zaman edan
Malang sekali kau yang merengek di sudut Asia
Dengan suara sendu dan mata lebammu
Malang sekali nasibmu..
Semoga itu bukan kau Indonesiaku
Muhammad Rahmi
8 September 2013
EmoticonEmoticon