Thursday, July 23, 2020

Rumah

Segala pilu, bahagia, dan aku
Semayam dalam ruangan
Tak ada jendela, tak ada pintu
Hanya aku dan pemilik aku
Beribu tamu mengunjungi
Tumbang melawan sepiku
Sang putri pun hanya menyapa
Disela bayang-bayang aku lihat
Maafkan aku!

Wednesday, July 22, 2020

Kenangan

Hujan
Malam itu aku renungi ingatanku
Prihal kenangan
Ia tak luput lupa
Menyeruak dingin memeluk
Seolah berteriak
Lolongan dikeheningan rasa
Bersama rintik hujan dan retaknya hati
Bekasnya kini masih tersimpan
Sampai kapan ku bisa melupa?

Syukur

Langit
Ku titip keindahan padamu
Ku beri jingga agar kau pandai merayu
Ku iringi kau dengan cahaya lembut
Lewat awan
Aku mengintip raut bahagia
Sepasang kekasih yang sedang mengukir kisah
Berangan seolah fana ini abadi
Biarlah Aku yang mengatur cintamu itu
Aku rindu kalian yang saling bersyukur 

Lipatan Jidat

Dia termenung dikursi goyang
Sambil melipat jidat ia terdiam
Sesekali merogoh ingatannya
Yang karatnya kian menggila
Decitnya rotan seperti isyarat
Akan mimpi yang kian menua
Dia diam menatap pemiliknya
Mereka saling beradu pandang
Sesekali saling tersenyum
Selebihnya mereka menangis
Mereka saling menuduh
"Siapa biang keladinya?!"
Mereka ditemani tawanya waktu
Yang sesekali mengasihani nasib mereka

Rindu

Derap langkahnya bernada indah
Degup jantungku tidak karuan
Pesonanya kian bersorak
"Jemput!" ia meminta
Aku merapat sesempit jemari
Beradu hangat diharibaan peluknya
Bibirku menukik dikeningnya
Raga kita bersahutan saling mengucap rindu

Aku dan Kamu

Saat aku ada, jangan kau tiada
Saat kau ada, jangan kau tiadakan
Saat aku suka, kau sekat dirimu
Saat aku lara, kau lari dariku
Saat aku lari, kau diam dianganku
Saat kau lari, aku terperangkap bersama bayangmu
Saat kau tatap ku meratap, kau siap menutup bersama nikmat
Setiap ku hirup harapan, kau hirup ratapan

Celoteh Angin

Celoteh angin membawa kabar
Kini saatnya beralih
Berjuang tanpa pamrih
Biarpun itu perih
Juga titip untuk tetap bersiap
Menerjang batas angan
Walaupun itu tak nyaman
Tak lupa untuk tetap sabar
Dilindas takdirmu sendiri
Yang kadang terasa pedih